RSS

Mang…mang…becak

04 Mar

wahai para pengguna jasa becak dengarkanlah kisah ini 

“seorang ibu hamil yang sedang mengandung 7 bulan dan seorang anaknya yang masih balita ditemukan tewas di sebuah gubuk reyot tempat tinggalnya, dikarenakan belum makan selama tiga hari. setelah diselidiki suaminya mengaku tidakmampu membiayai hidup keluarga mereka dikarenakan pengahasilannya sebagi tukang becak hanya 5000 per-hari”

“Budi (bukan nama sebenarnya) ditemukan tewas gantung diri dikamarnya, karena malu dengan teman-teman dan gurunya, sudah hampir 3 bulan budi belum membayar spp”

mangbecak oh mangbecak

astaghfirullah…..saya jadi teringat percakapan sore itu di sebuah komplek, sepulang kuliah…

tokoh MW :mawar,21 tahun MB: mang becak

MW : punten mang (sambil memberikan beberapa lembar uang serebuan 3)

MB : yah neng…..kalo segini mah kurang,….. seribu lagi

MW : lo..mang biasanya juga kan 3000

MB : ga bisa neng, yang deket aja bayarnya sama segitu

MW : ga ah mang…kok naek sih?..biasanya juga ga segitu

MB : yaudah, kalo neng ga mau nambah 1000 lagi, ga usah bayar aja sekalian (sambil meletakkan uangnya)- si emang pundung euy

saat itu kondisinya..pakeukeuh-keukeuh ga da yang mau ngalah, saling mempertahankan pendapatnya masing2…pada keduanya bagaikan ada bara api yang mencuat hebat, siap menerjangsatu sama lain…

MB : kalo ga mau bayar, yaudah, neng ga usah naek becak saya lagi

MW : (dengan ke tidak ikhlasan dan ketidakadilan akan harga) ni…mang ambil 1000 lagi… (sambil bertekad dalam hati: saya emang ga kan naek becak mang lagi-dalam keadaan susah maupun senang, badai maupun terik, ada duit ato banyak duit)

dalam lamunan, hati ini sedikit menyesal, kenapa duitnya ga dikasih aja dengan ikhlas, toh 1000 ini, bagi beliau mungkin akan sangat berarti bagi mang becak dan keluarganya…nampaknya harga gengsi lebih besar dari itu..menyesal selalu di akhir

apa hubungan cerita pertama dan kedua? 

1000 bagi kita mungkin bukan apa-apa, tapi 

1000 bagi mereka adalah kehidupan

———————————————————————————

nb: namun tekad untuk ga naik becak lagi sudah mengakar dalam hati (mending jalan aja, sekalian olah raga, walopun diameter betis kan melebar)

 
7 Comments

Posted by on March 4, 2008 in Yang Mikir

 

7 responses to “Mang…mang…becak

  1. restya

    March 4, 2008 at 8:34 am

    wah3, naik becak aj sekali2. kasian klo tukang becaknya khilangan langganan.
    hi3…

     
  2. aisar

    March 7, 2008 at 2:52 pm

    @tya -> iya bener.. apalagi tukang becaknya seneng yang naik MW 21 thn. Energi buat nggenjotnya ga beda jauh sama ga ada penumpang hehehehe..

     
  3. hewan

    March 8, 2008 at 10:57 am

    kalau diperhatiin gaya bahasa si mang becak kok mirip Zul, yak?
    jangan-jangan…

    “Tapi, neng… masa’ cuma 3rebu doang sih, neng?
    Buat ngasih makan yang asik-asik kan kagak bisa kalaw getu”

    hehehe

     
  4. ardee'est thing in my life

    March 17, 2008 at 2:17 am

    Haduh bingung…
    mau ngakak, tapi artikelnya tentang keprihatinan
    mau gak ngakak, tapi ngebungkus ceritanya itu lho…
    good… pinter pisan euy nulisnya…

     
  5. belajarmenulis

    March 17, 2008 at 6:27 am

    begitulah dunia saat ini bekerja..

     
  6. rifqie

    June 13, 2008 at 8:21 am

    satu hal: mang-mang becak itu jauh lebih baik dari anak muda yang ga kerja (eh,kerja ding. tapi kerjaannya nongkrong), atau yang ngemis di jalan dengan pura-pura sakit.

    semoga Allah senantiasa memberkahi semua orang yang bekerja dengan ikhlas di dunia ini…^^

     
  7. AGUS

    January 14, 2009 at 12:52 pm

    jika denger cerita dari si tukang becak emang sangat memprihatinkan, di sisi lain becak menjadi bahan omongan sebagai pembuat kemacatan lalu -lintas. tapi aq sangat setuju jika di suatu kota ada wilayah tertentu yang hanya khusus becak yang beroprasi, degan begitu kita bisa mengurangi polusi udara selain itu kita bisa menikmati indahnya kota dan menikmati udara segar dengan duduk di becak. becak jangan sampai punah di negeri ini

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: