RSS

KSM 5000 rupiah

18 Aug

KSM 5000 rupiah

 

Saatnya daftar ulang

 

Di ITB, salah satu syarat untuk daftar ulang adalah memiliki KSM (Kartu Studi Mahasiswa) semester sebelumnya. KSM bagi saya bagaikan kartu “hutang” berisi banyak sks yang harus saya lunasi segera, jikalau ingin lulus dari ITB. Oleh karena itu pada saat pendaftaran ulang KSM sangat dibutuhkan sebagai bukti telah terbayarnya beberapa kredit sks yang ada.

 

Daftar ulang kali ini, saya lalui dengan beberapa kecemasan, dikarenakan ada beberapa agenda organisasi yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, memaksa saya untuk daftar ulang di haru terakhir. Yaitu, hari jum’at tanggal 15 Agustus 2008. ‘Bengak’-nya (bodohnya.red) saya ketika malam 14 Agustus, saya baru menyadari kalo KSM semester lalu saya HILANG!…alias RAIB…alias GONE WITH the WIND…alias saya lupa taruh dimanaaa!!!

 

Argh…malam itu benar-benar malam yang penuh kecemasan.

 

Jum’at pagi saya berangkat ke kampus pagiiiii sekali. Setelah bertanya-tanye ke beberapa kawan, bagaimana caranya daftar ulang jikalau KSM hilang. Dua teman menjawwab: dateng aja pagi-pagi ke pos satpam ITB, satu teman menjawab: dateng aja ke annex, dan satu teman menjawab: innalillahi…morin kok bisa?…punten saya kurang paham n bla..bla.. (hehe…teman saya yang satu ini emang agamis, prihatinan dan perhatian banget -nuhun-).

 

Akhirnya pagi itu saya memutuskan dateng ke pos satpam ITB, yang lokasinya di seberang ATM BNI depan gerbang, yang biasanya banyak satpam nongkrong kalo pagi-pagi. Di pos satpam  tersebut, yang saya tahu ada WC yang cukup bersih untuk dipake, dan ada satu penjara ‘mini’ untuk beberapa kasus di kampus. Sewaktu bertanya, “pak saya mau minta surat kehilanangan”…kata satpamnya, “ooh di ruang sebelah mba”. Ternyata di sebelah pos satpam ada ruangan kecil, tempat pengaduan kehilanagan barang. Ruangnya persis menghadap kantor dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain.

 

Masuk keruangan tersebut disambut seorang bapak-bapak yang sibuk memebuat sesuatu dengan mesin tik-nya. Didalam sana saya ga sendiri ada dua orang lagi yang saya pikir bernasib sama dengan saya. Ketika tiba giliran saya, sayapun ditanya-tanya perihal data diri untuk dicantumnkan di surat kehilangan.

 

Bapak satpam (tapi lebih mirip ama pegawai camat): ada KTM-nya neng?

morin: ada pak..ini… (sambil ngasihin)

bapak: lahir dimana? tanggal? bulan? tahun?

morin: di bandung pak, 24 november tahun lapan enam

bapak: alamat

morin: jl kopo…bla..bla..bla…

bapak: ngetik…ngetik….tak tik…tuk….

—-diam sejenak—-

morin:kenapa ga pake komputer pak? apa syaratnya emang jarus pake mesin tik?

bapak: ga neng…ini komputernya lagi rusak

morin: ooooooo…..

morin: pak…banyak ya, yang KSM-nya ilang? (nyari temen.hehe). seratusan orang ada pak?

bapak: wah lebih neng, dari hari senen aja ada sampe hari ini, sekitar ada 300 mahasiswa..

morin: mmh….banyk juga ya pak.

 

—-KSM sudah selesai diketik—-

saya pun bertanya

 

morin: berapa pak? (bertanya harga jasa pembuatan surat kehilangan)

bapak: 5000 neng

morin: -ngasi duit marebu-

morin: nuhun pak…

bapak: mangga neng

 

sambil berlalu dan keluar dari ruangan trsebut…saya cuma bisa geleng-geleng kepala…dan berkata dalam hati: “wah..wah..wah..satu surat kehilangan harganya 5000 rupiah, selama seminggu ini yang hilang ada sekitar 300 orang…berarti dalam waktu empat hari saja..pos satpam bisa mendapatkan pemasukan sebesar: 1.500.000 rupiah alias satu juta lima ratus ribu rupiah!!!”.

 

mmhh…buat apa ya uang itu?

yasudahlah…..pagi itu saya cuma bisa berlalu dan tersenyum…akhirnya saya bisa daftar ulang!

 

hahaha

—-

perlu dipikirkan:

 

pernah ilang kartu perpus?

setahu saya kalau ilang kartu perpus, kita harus minta tanda-tangan (atau semacam itulah)

dari semua perpustakaan yang ada di program studi ITB alias kita harus keliling itb. betul kan?

 

tapi lama setelah itu, saya tahu bahwa, jika kita ilang kartu perpus, tinggal datang ke perpustakaan pusat, dengan 5000 rupiah saja, kita dah bisa dapet kartu yang baru..

 

menurut teman-teman saya pilih yang mana ya? karena akhir-akhir ini saya baru menyadari kalo kartu perpus saya hilang, dan saya butuh untuk meminjam buku di perpus SR.

hehe

—-

 
1 Comment

Posted by on August 18, 2008 in ada apa dengan ITB?, Yang Seru

 

One response to “KSM 5000 rupiah

  1. yudhaindrawan

    August 19, 2008 at 2:44 pm

    ow, jadi petunjuk saya salah ya. afwan-afwan.

    tentang mesin ketik, waktu KTM saya hilang pas tingkat 2 awal, si bapak juga masih pakai mesin ketik juga kok. Pas saya menemukan amplop isi uang ratusan ribu setelah kuliah elektronika dan diserahin ke satpam, mereka masih pakai mesin ketik juga.
    Waktu saya mau ambilin sim teman yang baru diketemukan, mereka masih pakai mesin ketik.

    jadi, komputernya sepertinya rusak sejak lama. Sejak kita datang ke ITB mungkin

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: