RSS

Nyolong “Lidah Mertua”

15 Sep

Jujur saya belum pernah ngerasain gimana rasanya punya mertua, tapi saya dah punya pengalaman gimana rasanaya “nyolong lidah mertua”.

Yups…Lidah mertua alias sansiviera…..hahaha….

Merupakan sejenis tanaman hias yang yang saat ini mulai digandrungi masyarakat, tanaman ini termasuk jenis monokotil (sok..sok jadi anak biologi), daunnya panjang sejajar, berwarna hijau, mudah tumbuh dan dibudidayakan, selain sebagai tanaman hias, sansiviera atau yang lebih popular di sebut sebagai lidah mertua, juga dapat menyerap racun di udara (wooooo mejiiiiik)…………………..yah begitulah kira-kira profil tanaman satu ini.

Dua minggu terakhir saya diharuskan banyak bergelut dan berkomunikasi dengan tumbuhan yang satu ini..kenapa? kata bang roma…. karena..eh..karena merusak pikiran (halah). Tiada lain dan tiada bukan karena pada semester ini, saya mendapat studio SERAT ALAM (studio v, itu berarti studio penghasbisan). Dimana studio ini mengharuskan setiap mahasiswanya untuk memilih, meneliti dan mengaeksplorasi serat alam yang bisa dijadikan bahan tekstil, sampai situ saja? Oooooo…tentu tidak….setelah serat alam didapat, tahap selanjutanya adalah mewarnai serat tersebut dengan menggunakan pewarna alam (juga), sehingga serat alam yang pada awalnya berwarna biasa menjadi luar biasa….hohoho..untuk selanjutnya di kembangkan kedalam bentuk tekstil yang tidak hanya berasal dari alam , namunmemiliki unsur estetika yang tinggi pula.

Naaaaah……saya (lebih tepatnya KAMI- morin dan nina- karena ini adalah tugas kelompok duaan) memilih sang lidah mertua untuk dijadikan bahan untuk percobaan dan tugas

siang tadi (siang 15 Ramadhan lebih tepatnya), saya dan nina beraksi untuk mencari tambahan serat lidah mertua, sebenarnya kami sudah mendapatkan sebelumnya, dari rumah jeng Nina yang kaya akan tumbuhan lidah mertua, namun siang tadi kami merasa itu belum cukup. Walhasil, dengan gagah berani dan gerakan yang lemah gemulai, kami mencari target sasaran “ladang” lidah mertua yang segaaaaaaaaaaaar dan siap potong.hahahahaha

Tujuan utama kami adalah taman labtek Farmasi….karena kami tahu disanalah keluarga lidah mertua hidup dan berkembang, saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain.

—-15 Ramadhan pukul 14.00 (saat mentari sedang terik-teriknya, dan tenggorokan sedang haus-haus-nya-astaghfirullah), lokasi taman labtek Farmasi—-

Cek-cek, bret, sst..sst…pletak (ceritanya bunyi daun yang dipotong), saya dan nina beraksi di taman, mengendap-ngendap bagaikan kucing yang kelaparan, merasa tak berdosa, suci seputih kapas, eta daun lidah mertua kami babat!!!!! (yah…ga segitunya sih, sebagai mahasiswa ITB yang baek kita juga mengerti akan sebuah makna vandalisme). Sekitar 10-15 helai daun lidah mertua kami ambil. Hohohoho…betapa bahagianya kami, karena inni berarti kami dapat hidup selama sebulan kedepan (maksudnya ngerjain tugas sebulan). Kami berlalu dari labtek farmasi menuju labtek 8 tanpa wajah berdosa (da emang ga dosa-dosa amat kan? Hehe), senyum bangga tersungging di wajah, namun hati ini belum puas…..merasa kurang dengan hasil “panen” yang didapat…akhirnya kami melanjutkan perburuan lidah mertua di sekitar labtek V. Ternyata hasilnya nihil, disana sama sekalo tidak tercium bau lidah mertua…yang ada malah bau rumus (haha). Tanpa ragu-ragu langkah kaki ini dilanjutkan ke labtek biru melalui GKU barat. Namun sebelum sampai disana kami mendapatkan sebuah lahan segar lidah mertua, yang letaknya ada di sebelah GKU barat, didepan lab Telkom disebelah gedung Mesin dan Penerbangan. Sebuah kebun, yang kami taksir punya anak biologi. Tanpa belas kasihan kami “meminta” sebagian  lidah mertua yang tumbuh subur disana. Sejujurnya kami ga tau itu lahan punya sapa, tapi dengan mengucap basmallah dan istighfar sebanyak-banyaknya serta memohon ampun ka Gusti Allah, kami pun mengambil beberapa.

Alhamdulillah, akhirnya kami merasa ini sudah cukup dan kembali ke alam kami, yaitu studio tekstil…untuk melakukan proses selanjutnya…yaitu dekortikasi dengan alat dekortikator, yang berfungsi untuk memisahkan serat tumbuhan dari unsure-unsur penyusunnya.

Hohohoho……begitulah kiranya kisah kami (saya dan nina) dalam mencari sebuah keadilan (halah maksudnya?)….

Hikmah yang bisa diambil:

1.       Walopun saya anak tesktil tidak menutup kemungkinan uuntuk belajar ilmu lain yang berguna, karena setiap ilmu akan saling berhubungan satu sama lain

2.        mari belajar bersama, karena ilmu yang kita pelajari tidak akan cukup untuk menhadapi kehidupan nyata di depan sana.

3.       Kalo mau nyolong sansiviera jangan siang-siang,  apalagi di bulan Ramadhan…(panaaaaaa dan hausssss)

Viva sansiviera!!!!!!

 
11 Comments

Posted by on September 15, 2008 in Uncategorized

 

11 responses to “Nyolong “Lidah Mertua”

  1. cipus

    September 17, 2008 at 8:00 am

    dasarrrr ibu2..

    penggemar lidah mertua,,

    masih heran, knpa namanya lidah mertua

     
  2. moniqblueprint

    September 19, 2008 at 1:46 pm

    jadi udah siap dong punya mertua? ha-ha-ha

     
  3. ardee

    September 20, 2008 at 2:48 am

    masih bikin ngakak seperti biasa… lebai luar biasa… pagi-pagi lagi…

     
  4. ardee

    September 20, 2008 at 2:53 am

    Ckckck… ternyata bukan cuman saya yang berburu tanaman dikampus…
    bersyukurlah masih lidah mertua… saya harus nyari rumput mutiara (Hedyotis corymblosa) yang kurus, imut, nyarinya susah… trus sekalinya dapet cuma seiprit… padahal butuhnya sekilo… (lho…lho… jadi curhat di blog orang) buat TA.

     
  5. morinmorefun

    September 21, 2008 at 1:52 pm

    @ cipus

    begitulah bu cipus…inilah nasib ibu-ibu kriya yang sesungguhnya..good luck buat mas zea mays-nya alias jagung-nya

    @moniq

    beu…yng duluan punya sapa nih? monik apa kk? hehe

    @kang ardi

    hohohoh…..untung saya ga disuruh nyari makhluk nan se-imut itu, bisa-bisa saya gantung diri di batang toge (halah ga ngaruh). Btw, gara-gara kuliah ini saya bisa bolak balik lab bio dan berkenalan dengan pak Juandi dari Herbarium…cukup seru dan menegangkan

    good luck TA-nya kang

     
  6. hewan

    September 22, 2008 at 6:40 pm

    morin sekarang rajin, uey..
    ngisi blog terus…

    baguslah
    semangat terus!!!

    sukses selalu, kuliah dan segalanya…

     
  7. NsL

    September 27, 2008 at 4:58 am

    gapapa mor..
    kalo yg bisa dicuri baru lidahnya
    ya gpp
    ntar kapan2 posting
    “mencuri hati mertua” ok!😀

    *Oh ya? sansiviera bisa mengikat racun yang ada di udara, ya? wah menarik bwt saya.. [dan parahnya knp sy g tau ya? mari gunakan fasilitas search engine gugel]

     
  8. xtraardeenary

    October 14, 2008 at 6:37 am

    amiiiinn….

     
  9. Albaz

    April 9, 2009 at 11:26 am

    wah, tragis..

    jangan sampai aq dn ikhwan musti nyolong lidah mertua di pekarangan kami sendiri utk tim laba2.

     
  10. morinmorefun

    April 9, 2009 at 1:00 pm

    @hersuw…..suw..kemana aja bos? kapn ni kite kongkow2 lagi ma makhluk2 kiser…pasti seru tu mengingat masa muda dahulu

    @nisaul…yah ul…punya aja belon dah mau nyolong2 aje..hahaha

    @k ardi….amin juga

    @albaz….huahaha….jangan sampe pekarangan sanseviera tim laba-laba dicuri ama anak kriya yang lagi studio serat baz…

     
  11. ari

    July 12, 2009 at 10:13 am

    kandungan serat lidah mertua tu banyak gak?ni gi butuh info kandungan serat lidah mertua. makasih

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: