RSS

kasih sayang hingga akhir hayat

10 Apr

Kasih ibu demi melihat anaknya berprestasi…

dibalik meriahnya pesta demokrasi, terdapat sebuah kisah yang sangat mengharukan, patut untuk disimak dan direnungkan

saya liat di televisi, trus coba browsing di internet….bisa jadi muhasabah buat kita semua.

——————————————————————

MAKASSAR, KOMPAS.com- Samenggo Daeng Te’ne (74), warga Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4), menghembuskan nafas terakhirnya saat akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara.

Sebelum meninggal, Samenggo yang terdaftar sebagai pemilih di TPS 17, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukang ini sempat pingsan saat diantar oleh cucunya, Rusli ke TPS. Korban meninggal saat mengantri di TPS.

“Saya sendiri yang mengantar nenek saya ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Saya mengantarnya dengan menggunakan motor kemudian saya pulang ke rumah,” ujarnya sedih.

Kematian nenek Daeng Te’ne yang juga orangtua salah satu caleg, Baharuddin Baso, itu menambah jumlah orang meninggal di lingkungan TPS saat pelaksanaan pemungutan suara menjadi empat orang. Sebelumnya, korban meninggal ada di Mataram, Magelang, dan Jepara.

Menurut Rusli, korban yang juga ibu dari Baharuddin Baso, salah satu calon legislatif (caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan III Makassar yang meliputi Kecamatan Panakkukang dan Manggala ini masih sempat pamitan sama keluarganya untuk ke TPS memberikan hak suaranya.

“Nenek masih sempat pamitan duluan sama keluarga untuk ke TPS memberikan hak suaranya. Nenek saya memang sangat bersemangat untuk ke TPS memberikan hak pilihnya karena dia akan memilih anaknya yang juga paman saya,” katanya.

Dia mengungkapkan, satu hari sebelum pelaksanaan pemilu legislatif, neneknya yang bekerja sebagai guru mengaji ini memang sangat sibuk mengurus keperluan saksi-saksi, mulai dari kebutuhan makan sampai kebutuhan lainnya.

Baharuddin Baso yang melihat ibunya pingsan hingga akhirnya meninggal di rumahnya sendiri mengaku sangat shock karena ibunya meninggalkannya tanpa melihat hasil pemilu tersebut.

“Saya sangat sedih dan merasa bersalah karena sebelum meninggal dia sempat mengurus semua kebutuhan saksi-saksi saya,” ujarnya sedih.

———————————————————————-

subhanallah….hingga sampai sebegitu kerasnya perjuangan sang ibu untuk anaknya hingga akhir hayatnya.

innalillahi wa inna ilaihi raajiun

 
1 Comment

Posted by on April 10, 2009 in Yang mengharukan

 

One response to “kasih sayang hingga akhir hayat

  1. wahyu

    February 24, 2010 at 7:48 am

    keeep the good thingss

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: