RSS

curhat mudik #1 : ‘Pengamen’ Dermaga

11 Sep

setelah edisi curhat Ramadhan berlalu, maka kini telah terbit edisi curhat mudik. semoga terhibur🙂 dan bermanfaat.

wuaaaah udah sepekan lebih blog ini ditinggal sang empunya…ditinggal mudik dan persiapan semester baru-mohon doanya, yang punya blog lagi mempersiapkan amunisi untuk menghadapi tesis. Selama perjalanan mudik gatel rasanya pengen update blog, karena selama di jalan dan di kampung banyak banget peristiwa yang seru buat di share. But, mudik is about silaturahim and gathering with family, so..hentikan segala kegiatan yang mengacu pada individualitas, seperti mojok  alay sambil ngetik-ngetik sms, lalu senyum-senyum liat status FB orang, jadi saya coba nikmati perjalanan, sapa orang sebanyak-banyaknya, resapi anugerah alam, dan wisata kuliner pastinya!!!. huahahaha…sebuah konsep mudik yang asik, karena saya merasa jauh dari tuntutan keseharian di Bandung, untuk sementara waktu.

kesibukan pelabuhan merak (sumber: dokumentasi mudik pribadi)

mmh….cerita mudik kali ini diawali dari sebuah cerita di ujung pulau…dimana ketika mudik tempat ini menjadi salah satu tempat ter sibuk yang ada. Dermaga penyeberangan!..yaps, dermaga merupakan tempat hilir mudiknya kapal-kapal besar (feri) yang akan menyeberangkan para pemudik dari satu pulau ke pulau yang lainnya, tidak hanya para pemudiknya saja yang diseberangkan tetapi juga kendaraan mereka ikut terangkut di dalamnya.

Di hari-hari biasa dermaga di dominasi oleh kendaraan pengangkut bahan makanan kebutuhan sehari-hari, truk-truk besar serta bus-bus antar provinsi antar pulau (klo antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP) klo ini apa ya singkatannya..mmh…APAP…haha ngarang). Sedangkan ketika arus mudik melanda dermaga dipenuhi oleh banyaaaaaaaaaaaak mobil pribadi yang hendak pulang ke kampung halamannya melalui jalur darat. Salah satu tempat penyeberangan yang saya lalui selama perjalanan mudik adalah pelabuhan MERAK dan BAKAHEUNI, ya so pasti saja…karena saya dan keluarga mudik ke pulau Sumatera.

Ada yang menarik dari dermaga-dermaga yang ada di merak dan bakaheuni, sebenarnya ini sudah saya perhatikan sejak lama, saat saya masih kecil pun sudah ada keberadaannya, apakah itu?

‘Pengamen dermaga’, saya sebut istilah ini sebagai sebuah fenomena unik yang ada di tempat penyeberangan merak-bakaheuni (dan mungkin ada juga di tempat penyeberangan lainnya). Yaps…didermaga-dermaga yang ada di merak-bakaheuni banyak sekali ‘pengamen dermaga’. Pengamen kan biasanya meminta duit dengan menjual jasa atas suara dan permainan musiknya, naaah di dermaga para ‘pengamen’ ini tidak memamerkan keahliannya dalam bernyanyi dan bermain musik, namun memamerkan KEBERANIANNYA untuk terjun dari ketinggian. Daaaan ketinggiannya ga nangung-nangung…mereka berani terjun dari ujung kapal hingga cerobong tertinggi kapal feri. wuiiiiih sadisnyooo…..dan tentu saja itu semua tidak haratis sodara-sodara….mereka mau melakukannya bila diberi uang sebelum dan sesudah terjun dari kapal ke laut. Sebuah cara ‘mengamen’ yang unik kan?.

pengamen dermaga siap meloncat dari atas kapal (sumber: dokumentasi mudik pribadi)

pengamen dermaga siap terjun!!! (sumber: dokumentasi mudik pribadi)

Nah…bagaimana sebenarnya modus operandi mereka?….jadi saat kapal merapat di dermaga, semua mobil, motor dan pejalan kaki mulai memasuki kapal dengan tertib. Ketika mobil dan motor sudah terparkir dalam kapal, biasanya para penumpang yang merupakan para pemudik akan turun dari kendaraan menuju ke tempat peristirahatan penumpang yang ada di tengah dan atas kapal. Biasanya para penumpang akan lebih tertarik nongkrong dan duduk-duduk di tempat terbuka dibanding duduk manis di dalam ruangan kapal (dimana ada tempat duduk, tv dan bahkan karaoke), tempat terbuka tersebut berada di bagian paling atas kapal, disana menjadi tempat favorit karena penumpang dapat melihat pemandangan sekitar laut dan dermaga, tapi yaaah siap2 aja masuk angin…secara disana anginnya besar membahana..hahaha. Nah, ketika para penumpang sudah mulai ramai memadati tempat istirahatnya, para pengamen dermaga ini pun mulai beraksi, mereka berdiri di pagar-pagar kapal, seraya berteriak meminta perhatian dan tentunya meminta duit…mereka memamerkan keberaniannya dengan berdiri tanpa berpegangan pada apapun di pinggir pagar kapal, lalu berusaha meminta duit kepada setiap orang yang berada didekatnya dan tertarik untuk melihat aksinya.

Tidak sedikit orang yang tertarik dan penasaran akan aksi dari mereka, mendekat dan memberi sejumlah uang, kalau diperhatikan jumlahnya lumayan ciiin…ada yang ngasih srebu, lima ribeng bahkan sampe 20 ribeng!!!. Setelah merasa cukup dengan apa yang sudah mereka peroleh, biasanya para pengamen dermaga tersebut kemudian mengambil tempat yang paling baik untuk meloncat, semakin tinggi tempat yang mereka naiki, semakin mahal bayarannya. Ketika sudah tiba di tempat yang menurut mereka tepat, lalu mereka mengambil ancang-ancang, sambil memamerkan beberapa gaya, membuat yang melihatnya semakin berdebar-debar penasaran…dan beberapa detik kemudian…HAP (suara loncat)….SUIIIIING (suara terbang di udara) dan BYUUUUUUUUUR!!!!!!!….suaranya kencang membahana diikuti dengan deburan air disekitarnya dan tarikan nafas para penonton yang harap-harap cemas melihat apa yang akan terjadi selanjutnya…kemudian dengan lihainya pengamen dermaga tersebut muncul di permukaan air, menggoyang-goyangkan kepalanya,membasuh muka, mengerjap-ngerjapkan mata (emang keliatan ya?!) lalu melambaikan tangannya ke atas…lalu para penumpang yang menonton riuh pun bertepuk tangan dan berteriak…sebagian lain ada yang melemparkan duit mereka ke arah laut agar bisa diambil olehnya.hoohoho..sebuah pemadangan yang luar biasa, yang selalu saya lihat bila saat penantian keberangkatan kapal.

mencari rezeki di dermaga (sumber: dokumentasi pribadi)

menguji nyali (sumber: dokumentasi pribadi)

Para pengamen dermaga ini adalah anak-anak muda pria (pastinyalah ya)….yang sudah terbiasa mencari duit dipinggir dermaga saat kapal sedang melakukan bongkar muat, pastinya saat-saat mudik seperti ini mereka mendapatkan rezeki lebih, karena jumlah penumpang yang begitu banyaknya, serta jadwal keberangkatan di tiap dermaga yang begitu padat. Saat itu saya berfikir dari mana mereka datang? siapa mereka? apakah mereka orang jawa? atau orang sumatera?, karena fenomena ini ada di kedua tempat penyeberangan, baik merak maupun bakaheuni.

Tidak begitu jelas asal muasal fenomena ini yang pasti ini sudah dilakukan sejak lama, karena semenjak saya kecil (saat SD maksudnya, soalnya klo masalah kecil sampai saat ini saya juga masih kecil-bentuknya-haha), keberadaan pengamen dermaga ini sudah ada, beraksi setiap kapal akan datang dan berangkat. Kalau dipikir lagi ini pekerjaan yang penuh dengan resiko, terjun dari ketinggian kapal feri, tanpa menggunakan satupun alat bantuan, di pinggir kapal pula..ckckckc…sungguh luar biasa beraninya mereka. Dan saya yakin duit yang mereka dapatkan tidaklah sedikit, bila saat mudik kapal feri akan berangkat setiap satu atau dua jam sekali di setiap dermaga, sedangkan jumlah dermaga saja lebih dari 5, dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya ada saja orang yang mau memberi mereka lebih. Pihak dermaga pun sepertinya tidak ada yang melarang kegiatan mereka, bahkan cenderung membiarkan.

Pengamen dermaga, menjadi sebuah fenomena yang menarik dan akan terus ada turun-temurun,

selama mudik tetap ada,

selama tempat penyeberangan feri tidak diganti dengan jembatan penyeberangan (seperti di SURAMADU),

selama para petugas tidak melarang kegiatan mereka,

dan selama masih ada orang yang ingin berbagi rezekinya.

Lalu pertanyaannya….

haruskah kegiatan mereka dihentikan?

haruskah petugas dermaga melarang mereka ‘mengamen’ di dermaga?

haruskah ku teteskan air mata di piiiipiiii (lah teu nyambung)…

yah bagaimanapun kedepannya, semoga yang terbaik bagi banyak pihak…aamiin.

 
Leave a comment

Posted by on September 11, 2011 in curhat mudik, Yang Seru

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: