RSS

perjalanan di akhir tahun

25 Dec

Rabu pekan ketiga di bulan Desember, saya berkelana sebuah kota di tengah selatan pulau Jawa, sebuah kota kaya historis kaya tradisi, Jogjakarta. Perjalanan tutup buku, perjalanan di akhir tahun 2011, dalam rangka menggali segudang motivasi dan mencari sejuta inspirasi demi menlanjutkan perjuangan TESIS yang lagi mandek. hahaha….yap, 211211 tanggal cantik untuk dikenang, hari baik untuk bertualang.

Pagi-pagi sekali saya sudah tiba di stasiun Tugu kota Jogja, sekitar jam 4 pagi. wooww…pagi buta. Biar hari masih gelap, tapi supir taksi, mas-mas becak dan ojeg tetap bergentayangan mencari “mangsa”, saat saya beranjak keluar dari jeruji besi gerbang stasiun saat itulah “diterkam membabi buta”, luar biasa perjuangan mereka. Tapi saat itu saya sudah memutuskan untuk berjalan saja ke Malioboro, cari tempat berlindung di masjid.haha…dan memang ternyata jalan Malioboro dan stasiun Tugu dekat sekali, tinggal ngesot menyebrangi rel, maka sampailah saya di jalan paling populer di kota tersebut. Di Masjid malioboro saya transit sementara, sholat dan beberes (cuci-cuci tapi ga sempet cuci baju apalagi cuci gudang..yaaa iya laah–garing dotkom).  Saat mentari sudah mulai menampakkan wujudnya, barulah saya keluar dari Masjid, berasa arwah gentanyangan, melanjutkan kembali perjalanan menuju tempat utama tujuan saya saat itu: gudang buku nya Fakultas Ilmu Budaya UGM (perpus FIB UGM). Keistimewaan Jogja salah satunya terletak pada sistem transportasinya yang cukup diatur dengan baik, dengan menggunakan Trans Jogja, sekali naik dengan biaya cukup tiga ribu rupiah saja, saya sudah bisa sampai di gerbang UGM dalam jangka waktu kurang dari satu jam, karena saat itu masih sangat pagi dan dalam suasana libur sekolah.

poto dulu sebelum di jelajahi Gerbang UGM

Melirik jam di tangan, ternyata masih jam 06.30..haha..benar-benar terlalu pagi untuk sampai di kampus, kampus orang pula..hahaha…yah sudah saya putuskan untuk berjalan masuk, dan mencari dimanakah letak FIB. Seingat saya, dulu pernah lewat satu kali depan gedungnya, tapi agak lupa sejauh mana dan dimana letaknya. Dengan feeling super sotoy, nekat aja jalan, sempet ketemu sama abang-abang tukang sapu dengan kostumnya yang unik, menyisir kampus. Mungkin karena saking luasnya kampus UGM jadi diperlukan sekelompok pahlawan bersapu lidi setiap pagi untuk membuat kampus semakin berseri, demi masa depan mahasiswa yang cemerlang. merdeka!. haha.

the capings, para pejuang kebersihan UGM di pagi hari

Berjalan terus masuk ke dalam kampus, makin seru..soalnya masih pagi..segaaar..hoho…namun, blm sampai betis saya bengkak karena berjalan, eeeh ternyata gedung FIB nya udah ketemu..haha..ternyata FIB termasuk kedalam salah satu fakultas yang ada di lini depan menuju tengah kampus UGM (CMIIW), ada di sebelah timur gedung besar, kalo saya ga salah, mahasiswa sana sering sebut gedung itu sebagai gedung GRHA. Yap, setelah menemukan plang besar bertuliskan Fakultas Ilmu Budaya UGM, lalu sayapun masuk menelusup seperti angin pagi nan berhembus sejuk menyapa dedaunan nan berguguran (idih sumpah lebay), daaaan akhirnya masuklah saya di kampus FIB UGM. wow…asing tapi seru. hahaha….hal pertama yang saya laukan adalah: mencari toilet…itu sungguh urgent sekali. Keliling-keliling kayak orang nyasar (lah emang saya nyasar) saya nyari toilet. Belum sampe toilet ditemukan saya sudah menemukan satu hal yang seruuu….saya lihat satu baligo besar bertuliskan Pameran “Journey of Ceramics…woww..dari kalimat pameran nya saja mata saya sudah berputar terlebih lagi membaca judulnya: journey of  ceramics..ini pasti bercerita tentang sejarah keramik kuno, ditambah dengan visualnya yang disana digambarkan beberapa barisan keramik kuno..weeeew…meleleh hati saya, benar-benar tergerak untuk melihat ada apa didalamnya. Namun tidak secepat itu tuntutan dunia air sudah sangat mendesak, akhirnya saya ngacir dulu setelah menemukan tempat yang tepat, sebuah toilet.

Selesain melakukan ritual alam dunia tirta alias buang air kecil, saya kembali untuk melihat baligo tersebut, disana tertulis acara nya dibuka dari tanggal 20-23 des, saat yang tepat pikir saya. Alhamdulillah. Dalam hati saya ber-azzam (ciee lebay lagi), bahwa sesudah dari perpustakaan saya akan berkunjung kesana.

Akhirnya pagi jam 8 pun tiba, setelah menunggu hampir satu jam, sambil menahan kantuk luar biasa, saya masuk ke perpustakaan FIB, namun tidak semudah itu kawan, ada beberapa prosesdur yang harus saya lakukan sebelum diperbolehkan masuk dan melihat-lihat kedalam, karena saya terhitung tamu, mahasiswa non-UGM. Prosedurnya cukup mudah tidak berbelit, saya tinggal datang ke bagian keuangan membayar sebesar lima ribu rupiah, kemudian saya kembali ke bagian perpustakaan dan berhasil mendapatkan satu kartu tanda masuk tamu, sebelum masuk sana harus scan barcode dulu.hoho. Yap, sampailah saya pada tempat bertapa saya, selama hampir lebih dari 3 jam saya berada disana, luar biasaa buku2nyaa!!!! buat yang cinta sejarah dijamin mabok buku dah disana. hahaha…

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, lapar menyeruak ke relung lambung, saatnya mencari mangsa. Istirahat sejenak, karena setelah ini tujuan saya adalah perpustakaan pusat UGM, namun sebelum itu sesuai dengan janji pada diri saya, saya akan mengunjungi pameran keramik tersebut. Keluar dari perpustakaan, mahasiswa sudah simpang siur ramai, tidak sesepi tadi pagi, rupaya ada acara pemilihan ketua himpunan FIB. Lanjut perjalanan, saya melangkahkan kaki saya ke Gedung Margono, ke tempat saya tadi melihat baligo tersebut, dan benar saja..sudah ramai dengan orang. hoho..tanpa ragu saya langkahkan kaki menuju meja penerima tamu. Disana saya disambut baik oleh seorang mbak-mbak yang kemudian saya kenal sebagai Putri, seorang mahasiswi dari jurusan arkeologi yang membantu saya berkeliling melihat karya-karya yang ada disana.

Sebagai infomasi bahwa pameran Journey of Ceramic merupakan sebuah pameran yang diselenggarakan dalam rangka tugas akhir mahasiswa peserta Mata Kuliah Pengantar Pameran Museum dan Arkeologi Publik diselenggarakan kegiatan pameran dengan tema “Journey of Ceramics” yang berlangsung dari tanggal 20-23 Desember 2011 di Teras Gedung Margono FIB UGM. Berbagai karya mahasiswa terkait dengan bidang permuseuman dipamerkan dalam kegiatan ini. Sumber bisa dilihat di sini.

Yang seru dari acara tersebut adalah disana saya melihat sebuah perpaduan sinergis antara dua keilmuan, walau pada prakteknya hanya dilakukan oleh satu jurusan yaitu arkeologi, namun secara pengemasan dan visualitas pameran dari mata kuliah ini jelas sekali merupakan aplikasi dari keilmuan desain. Alasan kedua yang membuat acara ini seru (bagi saya) adalah karena pameran ini membahas dan memeragakan tentang sejarah di masa lalu, satu materi favorit saya; sejarah tradisi. Berikut saya ceritakan singkat tentang karya-karya yang ada disana yang dibantu oleh Putri dan seorang lagi temannya bernama Lia. Beginilah penampakan saya dan mereka.

bersama Putri dan Lia

oyah sebagai tambahan, disana tidak hanya dipamerkan karya-karya mahasiswa yang dikerjakan berkelompok, tapi juga koleksi keramik-keramik kuno dosen-dosen arkeolog.

Booth pertama, merupakan boothnya Putri, menceritakan mengenai teknik pembuatan keramik. Ada alat putar, tanah liat tentunya, hingga glasir untuk pewarnaan keramik, yang menarik disana adalah adanya kehadiran pengrajin dari Kasongan Jogja, yang memamerkan keahliannya dalam memutar tanah liat, menciptakan karya keramik.

booth 1

Dibagian tengah terdapat perhelatan “permainan”, beragam permainan di sajikan khususyna dalam bentuk board game seperti ular tangga, permainan kartu dan puzzle. Kesemuanya memiliki satu persamaan, yaitu mengandung konten mengenai keramik, dengan gameplay (cara bermain) yang berbeda. Satu favorit saya adalah adanya diorama mengenai sejarah masuknya keramik ke wilayah Indonesia yang di ceritakan dalam empat sesi cerita. Diorama tersebut dibuat dengan teknik papercraft, dari yang sederhana hingga yang rumit. Kemudian disususn dan dikomposisikan menjadi satu kesatuan yang harmonis (jyaah keluar deh ilmu nirmana nya). Oyah, ada juga interaktif melalui laptop yang menjelaskan mengenai perjakanan keramik dan yang sebenarnya saya tunggu-tunggu adalah game keramik, pengen liaaat..tapi siang itu sang pemiliki game yang katanya dimainkan melalui laptop belum tiba di tempat.ooh sayang sekali. Booth permainan ini mengingatkan saya akan studi desain komunikasi visual, yang khusus mempelajari tentang perancangan sebuah permainan/game dengan berbagai pertimbangan visual, grafis dengan beragam konten sesuai dengan target user. (benar-benar mengingatkan saya akan tesis saya tiba-tiba)..hahaha…

booth diorama perjalanan keramik

board game keramik

card game keramik

Kemudian ada pula booth yang menggambarkan kondisi nyata dari sebuah kegiatan penggalian (ekskavasi) baik di darat maupun di laut. Sebuah dsiplay yang sangat menarik, mengingatkan saya akan pelajaran mengenai image analaysis yang diajarkan saat saya tingkat II dulu,sebuah pelajaran untuk membuat sebuah display yang menarik untuk sebuah produk dan menciptakan satu branding. Persamaannya ada pada keterampilan dan kreativitas dalam menyusun unsur-unsur rupa dan materi didalamnya. Booth yang saya kunjungi selain disertai oleh keterangan lengkap mengenai materi yang ditampilkan juga didukung oleh perlengkapan yang menyerupai aslinya. Kereeeen🙂.

booth penggalian di laut (atas) dan penggalian di makam di darat (bawah)

Terakhir yang juga buat saya ter wow wow adalah koleksi keramik kuno dari dosen, ada pula koleksi dosen tamu dari Turki, beliau memamerkan dua buah keramik antik dan sebuah teko kecil. Keramik dengan teknik glasir yang luar biasa, berwarna biru cantiiiik…dengan ragam hias yang bikin mata terpesona. Di booth keramik tersebut, selain ditemani oleh Putri dan Lia, saya bertemu dengan seorang dosen arkeolog, beliau seorang ibu separuh baya, dengan tampilan yang rapi dan bawahan tenun! aaah tipikal dosen kriya banget daah… ini yang saya makin buat saya suka ada disana saat itu. Serasa di rumah sendiri (halah naoon sih). Dari dosen tersebut saya baruuu mengetahui sebuah fakta menarik, tahukan kawan, bahwa sebenarnya bunga Tulip itu bukannlah bunga “endemik” atau apa ya sebutannya yang lebih tepat, mmh…bunga yang asli berasal dari Belanda. Sekali lagi saya ulangi Tulip bukan bunga yang asli berasal dari Belanda, tapi dari TURKI. wooooow…makin pengen saya ke Turki..haha. Berdasarkan keterangan dari dosen tersebut Tulip merupakan bunga yang asli berasal dari Turki dan karena perdagangan saat itu dibawa ke Belanda, kemudian dikembangkan secara besar-besaran. Luaaar biasa informasinya..seru banget bisa dengar fakta-fakta menarik dari seseorang yang punya ilmu banyak.

Terakhir tidak lupa saya mengabadikan perjumpaan saya dengan dua teman baru saya, Putri dan Lia, dan ternyata saya dan Putri dari satu kampung halaman (sumatera Barat) haha..berharap suatu saat bisa bertemu kembali, berbagi ilmu lagi.

Kesan saya cuma..woooow…Alhamdulillah Allah telah melangkahkan kaki saya hari itu ke Jogja dan dapat kesempatan untuk melihat pameran mahasiswa-mahasiswa arkeolog UGM, sebagai pencinta sejarah, seni tradisi dan juga desain saya berharap suatau saat semua ilmu bisa saling bersinergi dengan baik, sehingga menghasilkan sebuah karya anak bangsa yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. ingat…bersama-sama berkarya..bukan bersama berkarya..(apa bedanya?)..yah intinya sinergi dalam perbedaan..jyaah udah kayak mau nyalonin diri jadi presiden aja. hahaha

Yap, cerita selanjutnya saya di Jogja? wuaaah panjaaang…gakan selesai dalam satu cerita..intinya saya berhasil menuju perpus pusat dan malam itu juga kembali ke Bandung. Semangat kembali menakhlukkan TESIS!!! ahahaha

sekian cerita perjalanan di akhir tahun saya

maaf ngalor ngidul kemana-mana

yang penting HEPI

sampai berjumpa di tahun depan.

semoga tahun depan kita menjadi pribadi yang lebih baik.

aamiin.

 
Leave a comment

Posted by on December 25, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: