RSS

air manis untuk si manis doro le’de

05 Oct

pagi di doro le’de

pagi ini seperti biasa…ku awali dengan ritual minum air manis yang tidak lain dan tidak bukan adalah segelas kopi panas. Entah mengapa orang disini bilang kopi sebagai air manis, namun pada kenyataannya memang kopi disini tidak ada yang pahit, manis semua. hahaha…mungkin kebiasaan warga disini yang suka yang manis-manis, itulah sebabnya saya bisa ada disini (maksud loh? basi dah) hahaha…

Yap, pagi ini aku ingin sedikit bermalas-malasan, selain karena ndek ara ai (tidak ada air) dalam arti kata lain, saya tidak akan mandi hari ini, juga karena suasana pagi yang memanjakan kulit, untuk berleha-leha sejenak di pendopo gubuk kecil ku. Gubuk yang menjadi tempat bermalamku ini merupakan gubuk panggung yang terbuat dari kayu, atapnya terbuat dari daun-daun kering, itulah mengapa gubuk ini akan menjadi sangat dingin ketika pagi hari. Dinginnya pagi ini membuat pikiran ku melayang, sambil melihat halaman depan rumah yang dipenuhi dengan pohon dan kayu, saya tiba-tiba berpikir. Suasana yang kurasakan saat ini mungkin tidak akan aku dapatkan tahun depan di bulan yang sama, mungkin aku akan sangat merindukan saat-saat seperti ini nanti ketika aku sudah pulang nanti. haaaaa…..rasanya pilu di hati. Pilu karena tiba-tiba ingat suasana rumah di Bandung saat pagi hari, dan pilu karena saya tahu saya akan rindu suasana depan rumah ini suatu saat nanti. Hahaha galau nian pagi-pagi.

Btw, naha urang teh asa teu konsisten kadang aku kadang saya..hahaha..yasudahlah mana-mana saja..hahaha

Intinya pagi ini saya bangun dengan semangat baru, karena saya tahu saya tidak usah (tidak bisa.red) mandi muaahahahaha….

Pagi ini rasanya tidak ingin saya lalui dengan cepat…ingin rasanya pagi terus di doro le’de…

Tapi waktu terus berjalan, matahari semakin giat menyapa bumi tambora. Saatnya saya beranjak dari peraduan manja gubuk kayu…di kejauhan anak-anak sudah datang memanggil dari atas pohon singgapura (mun ceuk urang sunda mah pohon kersen). Berlari turun menjemput ibu gurunya, membawa buah singgapura dalam balik baju seragamnya, dan mempersembahkannya untuk saya :D…haaaa…rasanya seperti raja hutan yang baru menerima sesembahan dari warga hutan (halah). Sambil senyum-senyum senang, saya melompat dari gubuk kayu tersebut berteriak…let’s go!!!!. Saatnya berangkat sekolah, ini hari jumat, saatnya olah raga pagi…

Oyah, maap kalo judulnya bikin anda semua mual-mual dan mencret berkala, bukan maksud apa-apa..saya hanya mencoba lebih jujur ada diri sendiri (jyaaah makin pengen di tabok ini yang punya blog).

Sampai berjumpa di kisah berikutnya/

Labuan Kananga, 5 Oktober 2012

Catatan ini dibuat pas  ulang tahunnya ICHAL OCTORISA RAMADHANI, murid  kelas 1 SDN 1 Labuan Kananga, yang imut dan pandai sekali, pipinya ngegemesin pengen, rambutnya ikal, adiknya  bernama RAMA, ibunya pegawai UPT Tambora dan ayahnya satpol PP — penting yaaaa….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: