RSS

Kelambu Merah Jambu

01 May

30 April 2013

21.11 WITA

Dulu sebelum aku diberangkatkan ke daerah penempatan, aku dan teman-temanku dibekali banyak hal, salah satu hal nyata yang kami dapatkan adalah seonggok kelambu merah. Oooh betapa centil sekali warna kelambu ini, namun sayang sekali pesona merah jambu nya baru aku nikmati hari ini. Sebuah hari dipenghujun bulan April. Entah mengapa sudah lama sekali kelambu merah jambu ini terlantar layaknya bunga hutan, indah namun tak diketahui banya orang, sama halnya seperti kelambu ini, punya potensi besar, namun terabaikan oleh sang empunya. Empunya tiada lain tiada bukan adalah diriku sendiri.

Kata masyarakat tempat desaku tinggal, desa Labuan Kananga, kec. Tambora, kalau ada orang baru datang ke sini, mestilah ia akan terkena sakit Malaria. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ganas yang punya parasit bernama Plasmodium. Oleh karena itu, dari pihak yayasan membekali kami kelambu merah untuk mencegah sang plasmodium masuk ke dalam darah, sehingga menyebabkan apa yang sering disebut sebagai malarindu eh malaria. Sepatutnyalah aku menggunakan kelambu ini demi keselamatan jiwaku, memakainya di kamar tidurku.

Sepuluh bulan sudah ku menghuni kamar ini, kamar kecil berukuran 5×4 m, berdinding triplek, berlantai kayu dengan pintu yang disertai dengan gorden berwarna ungu berenda. Kamar ini akan menjadi sangat dingin di malam hari dan menjadi sangat panas di siang hari, dikarenakan atapnya yang terbuat dari seng. Kalau siang sepulang sekolah, aku sudah seperti ikan bakar yang siap di santap. Kamar ini selalu dalam kondisi kadang berantakan dan kadang kurang rapih (lah kapan beresnya?) hahaha….Yah, disudut-sudut kamar ada beragam tumpukan dus, dus buku, dus sumbangan tas hingga dus perlengkapan mengajar. Saya tidur di atas kasur besar, muat untuk dua orang, tempat tidurnya terbuat dari kayu. Aaahh….kamar ini sudah menjadi hidupku, semuanya ada disini.

Yah semuanya ada disini, kecuali si kelambu merah jambu itu, kemanakah ia? Padahal ia sudah susah payah kubawa jauh kesini. Panjang…panjang sekali perjalanan yang ia tempuh. Perjumpaan pertama ku  dengan si kelambu merah, ada di malam pelepasan Pengajar Muda IV, kemudian ia berjalan bersamaku terus, hingga sampai lah ia di desa ini, di kamar ku ini, kamar rumahnya bapak Umbu Ahmad, sang pelaut handal dari Ende.

Mari kita catat sejarah panjang jalannya kelambu ini: 4 jam menuju bandara dari Wisma Handayani, 1.5 jam menuju bandara Bali, 45 menit menuju bandara Hutan Salahuddin Kab. Bima, 7 jam menuju Tambora dan 45 menit sampai di rumahku dan 10 menit sampai kamarku.

Tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya aku tidur mengenakan kelambu centil ini, aku merasa belum memerlukannya. Tetapi eh tetapi, dikala musim hujan kembali beralih ke musim kemarau, datanglah komplotan nyamuk di desa kami, tak serta merta memandang orang dan rak peduli mangsanya. Mereka ganaaasss..layaknya sinar mentari di siang hari kananga..panaaaas.

Maka sore hari tadi aku memasangnya bersama ina (ibu.red), menggantungnya di sudut-sudut kamar. Cantik sekali rasanya bila sudah digerai seluruhnya, sang kelambu merah jambu. Tak sabar rasanya untuk merasakan tidur di dalamnya, berselimutkan malam panjang.

1 Mei 2013

05.00 WITA

Pagi ini aku bangun dengan tenang, layaknya putri raja yang baru bangun dari peraduan megahnya, aku juga bangun dari kasur ku. Oooh kelambu ini benar-benar membuatku tidur nyenyak bebas nyamuk..hahaha…entah mengapa kain tipis bolong-bolong ini sudah berhasil mengusir nyamuk yang selama beberapa malam ini berebut tidur denganku, kini tak satupun yang berani mengganggu. Luar biasa dahsyat efek kelambu merah jambu ini. Aku bertekad untuk terus memakainya selama nyamuk masih di kandung badan alias masih berkeliaran di kamar ini. Pagi ini aku copot tali pengikat kelambu, kusimpan di ujung kasur agar nanti malam aku bisa memakainya kembali.

Oooh kelambu merah jambu, betapa besar jasamu untukku, kaulah pahlawan malamku, kau bertarung melawan sang nyamuk demi kenyamanan tidurku.

Ooooh kelambu merah jambu, sampai berjumpa kembali nanti malam.

Hahahahahaha…..

Tulisan konyol di malam hari.

 

One response to “Kelambu Merah Jambu

  1. pinturizky

    May 10, 2013 at 9:07 am

    ahahahaa…putri raja dari Negeri Dongeng Tambora..😄
    ingin rasanya daku ke sana.. apalah daya ganasnya kota Jakarta menyita hidupku, huaa huaa..
    *apasihky?! :p

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: